Lewati ke konten utama
Logo MA Fathul Hidayah

KKMA Plus Keterampilan Nasional Gelar Rakernas di Lamongan, Ajak MA Plus Keterampilan Kuatkan Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Industri

KKMA Plus Keterampilan Nasional Gelar Rakernas di Lamongan, Ajak MA Plus Keterampilan Kuatkan Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Industri
12 Sep 2026 admin@webma.com Berita

LAMONGAN – Kelompok Kerja Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nasional atau KKMA Plus Keterampilan Nasional menggelar Rapat Kerja Nasional Kepala Madrasah MA Plus Keterampilan dan MAKN pada Jum’at, 11 September 2026 bertempat di Hotel Grand Wisma Lamongan.


Rakernas yang mengusung tema "Kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri" ini menjadi langkah strategis KKMA Plus Keterampilan Nasional dalam merespons tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Madrasah MA Plus Keterampilan dan MAKN dari seluruh Indonesia.


Hadir sebagai narasumber kunci:  

1. Ahnas, S.Ag., M.Si. – Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  

2. H. Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE – Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI


MAS Fathul Hidayah Plus Keterampilan dan Riset Lamongan turut berperan aktif dalam pelaksanaan Rakernas.


Fitrotun Nihlah, S.Pd.I., S.Pd., Kepala MAS Fathul Hidayah Plus Keterampilan dan Riset Lamongan, merespon positif kegiatan ini.  

"Kami menyambut baik Rakernas ini. Semoga sinergi antara madrasah, dunia usaha, dan industri dapat segera diwujudkan agar lulusan MA Plus Keterampilan yang tidak ingin melanjutkan ke jenjang kuliah dan hanya ingin lanjut bekerja, mereka benar-benar siap kerja dan berdaya saing," ujarnya.


Fokus Pembahasan dan Strategi

Dalam forum tersebut dibahas beberapa strategi utama untuk memperkuat peran MA Plus Keterampilan dan MAKN, antara lain:


1. Penguatan Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)  

   Madrasah didorong menjalin MoU dengan perusahaan untuk program magang, teaching factory, dan penyerapan lulusan. Kurikulum harus selaras dengan kebutuhan industri agar lulusan siap kerja.


2. Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan  

   Guru produktif perlu mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan magang industri agar mampu mengajar berbasis praktik dan teknologi terkini.


3. Pengembangan Program Kewirausahaan dan Keterampilan  

   Setiap madrasah didorong memiliki unit produksi, inkubator bisnis, dan program kewirausahaan agar siswa memiliki bekal mandiri setelah lulus.


4. Sinergi dengan KP2MI untuk Penempatan Kerja Luar Negeri  

   Melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, madrasah dapat menyiapkan lulusan yang kompeten untuk bekerja ke luar negeri secara legal, aman, dan profesional.


5. Penguatan Tata Kelola dan Perencanaan Anggaran  

   Dari sisi kelembagaan, madrasah perlu memperkuat perencanaan program berbasis data dan penganggaran yang akuntabel, sebagaimana disampaikan oleh perwakilan Biro Perencanaan Kemenag RI.


Harapan ke Depan

KKMA Plus Keterampilan Nasional berharap Rakernas ini menjadi titik tolak untuk menyamakan visi dan program kerja nasional. Ke depan, MA Plus Keterampilan dan MAKN ditargetkan tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan keagamaan, tetapi juga menjadi madrasah vokasi yang melahirkan lulusan terampil, berakhlak, dan berdaya saing.


"Madrasah harus menjadi jembatan antara pendidikan dan dunia kerja. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa mencetak SDM unggul yang dibutuhkan bangsa," ujar salah satu narasumber dalam diskusi.



Tag: #Kemenag #KKMAPlusKeterampilan #MadrasahVokasi #Rakernas #Pendidikan #DUDI #KP2MI #Lamongan #MASFathulHidayah


Bagikan:
Chat Kami